RhoMMi WiGyanIngRum BloG’s

Januari 14, 2009

Bahaya Program Anti Virus

Filed under: iptek — iyoem88 @ 4:30 am

Oleh : Yohanes Nugroho

klikkanan.com.

Sejak pertama ditemukan virus telah mengalami perkembangan teknologi yang cukup besar, demikian juga program Antivirus yang ada. Sayangnya perkembangan Antivirus biasanya hanya mengejar perkembangan virus dan bukan berusaha mendahuluinya. Antivirus yang ketinggalan (teknologinya) justru dapat mengundang bahaya bagi pemakai. (lagi…)

Januari 12, 2009

Latar belakang Konflik Israel – Palestine

Filed under: Uncategorized — iyoem88 @ 12:49 am

cia-is-map21Konflik Palestina – Israel menurut sejarah sudah 31 tahun ketika pada tahun 1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri.

## hasil editan tulisan sebelumnya, karena ada koreksi

Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus upaya membuka pemahaman kita mengenai latar belakang sejarah sebab terjadinya konflik ini.

*2000 SM – 1500 SM*
Istri Nabi Ibrahim A.s., Siti Hajar mempunyai anak Nabi Ismail A.s. (bapaknya bangsa Arab) dan Siti Sarah mempunyai anak Nabi Ishak A.s. yang kemudian mempunyai anak Nabi Ya’qub A.s. alias Israel (Israil, Qur’an). Anak keturunannya disebut Bani Israel sebanyak 7 orang 12 orang ##. Salah satunya bernama Nabi Yusuf A.s. yang ketika kecil dibuang oleh saudara-saudaranya yang dengki kepadanya. Nasibnya yang baik membawanya ke tanah Mesir dan kemudian dia menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika masa paceklik, Nabi Ya’qub A.s. beserta saudara-saudara Yusuf bermigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (Nabi Ya’qub A.s.) membesar.

*1550 SM – 1200 SM*
Politik di Mesir berubah. Bangsa Israel dianggap sebagai masalah bagi Negara Mesir. Banyak dari bangsa Israel yang lebih pintar dari orang asli Mesir dan menguasai perekonomian. Oleh pemerintah Firaun bangsa Israel diturunkan statusnya menjadi budak. (lagi…)

Palestine Oh Palestine…..

Filed under: Uncategorized — iyoem88 @ 12:44 am

Dimanakah Hati nurani mu Oh Israel???????????

Tidakkah kalian menaruh belas kasihan

terhadap saudara kalian…………

Di mana mata hati kalian?

Tidakkah kau tersentuh atas tumpahan darah

kaum tak berdosa, lelehan air mata seorang bocah palestina?

Lihatlah hasil karya kebrutalan kalian??????

manusia-manusia tak berdosa bergelimpangan

penuh darah di setiap sudut palestine……..

Desember 24, 2008

Lulus Ujian Akhir? Bidadari Surga Menantimu..

Filed under: Uncategorized — iyoem88 @ 4:45 am

Kafemuslimah.com

Oleh : Anugerah Wulandari
Sumber : http://zakatonline.multiply.com/reviews/item/3

Hidup penuh ujian. Allah SWT berfirman bahwa Ia memberi ujian
agar mengetahui siapakah yang terbaik amalnya. Allah SWT berfirman,
“Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai
perhiasan bagimu, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka
terbaik perbuatannya.” (QS. al-Kahfi: 17)

Sesungguhnya ritme ujian hidup tak ubahnya seperti ujian akhir yang
dihadapi para mahasiswa. Sebelum ujian tiba, mahasiswa harus mengikuti
perkuliahan reguler dengan tekun dan menyimak apa yang diajarkan dosen
agar mendapat ilmu yang bermanfaat dan lulus ujian. Mahasiswa yang
terbaik persiapan belajarnya, maka niscaya akan mampu menghadapi ujian
itu dengan baik pula. Suka atau tidak, mahasiswa harus menghadapinya,
sehingga wajib baginya untuk menyiapkan perbekalannya, sebelum,
menjelang, saat dan sesudah ujian. Demikian pula seorang muslim, ia
harus menyiapkan bekal untuk menghadapi ujian hidup agar sukses
memasuki surga.

Sebelum Ujian Tiba
Setidaknya ada 5 hal yang harus disiapkan seorang muslim sebelum menghadapi ujian hidupnya, yaitu :

1. Kenali sang pemberi ujian, Allah SWT.
Sebagai mahasiswa, kita harus mengenali tipe dosen yang mengajar dan
mengetahui cara mengajarnya, pun dalam memberikan nilai. Apa yang
dinilai dan bagaimana ia menilai. Seorang dosen tentu memiliki bobot
penilaian sekian persen untuk nilai uts, uas, kehadiran, quiz dan tugas.
Allah SWT memiliki 99 asmaul husna. Rasulullah SAW bersabda, “Allah
memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa
memperhitungkannya dia masuk surga.(Artinya, mengenalnya dan
melaksanakan hak-hak nama-nama itu).” (HR. Bukhari). Ia Maha Pengasih
dan Penyayang, tetapi jangan lupa, Ia juga Maha Keras Siksanya.

2. Simak apa yang diajarkan sang pemberi ujian
Dosen biasanya memberi kisi-kisi ketika mendekati ujian, bahkan jauh
hari, saat tengah mengajar, dengan kata-katanya, “Catat ini, karena
biasanya akan keluar dalam soal ujian.” Kisi-kisi ujian itu difirmankan
Allah SWT, “Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dan sedikit
ketakutan, penyakit, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar “. (QS. Al
Baqarah : 153 )

3. Banyak latihan
Mahasiswa harus berlatih dengan mengerjakan soal-soal dan banyak membaca. Ini akan memudahkan ketika menghadapi ujian.
Seorang muslim pun demikian, ia harus menempa dirinya dengan ibadah
harian, dan tidak memanjakan diri dengan kesenangan duniawi. Orang
beriman, mereka telah dilatih oleh-Nya untuk hanya bergantung pada-Nya
melalui shalat, doa dan zikir. Mereka dilatih untuk hidup Zuhud (dunia
ditangannya namun tidak di hati) melalui zakat, infaq dan shodaqoh.
Mereka dilatih untuk bersabar, menahan hawa nafsu melalui puasa. Mereka
dilatih untuk bersatu antar sesamanya, kaum mu’minin, melalui haji.
Semua itu adalah bekal untuk mempersiapkan pejuang sejati.

4. Jangan absen untuk menghadap-Nya.
Mahasiswa absen lebih dari 4 kali di kelas? Dapat dipastikan, tidak akan bisa mengikuti ujian akhir.
Shalat wajib Anda tinggalkan? Maka kesempatan untuk berkompetisi hilang
sudah. Shalat adalah tiang agama. “Yang pertama-tama dipertanyakan
(diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal
perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia
beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan
merugi.” (HR. Annasa’i dan Attirmidzi)

5. Kerjakan tugas-tugas dari Allah SWT.
Dosen memberi tugas? Kerjakan, karena jika tidak, kita tidak akan bisa mendapat nilai A.
Apa yang ditugaskan Allah SWT pada kita?
“Dan hendaklah ada diantara kamu orang-orang yang mengajak kepada
kebaikan, dan menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.
Dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)
“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS. An-Naml :
120)

6. Bertanya jika ada yang tidak diketahui.
Mahasiswa belajar sendiri, mungkin bisa saja dilakukan, namun belum
tentu sempurna hasilnya karena terkadang ada catatan yang tak lengkap
atau ada ilmu yang diketahui teman, tetapi tak diketahui oleh kita.
Bertanya, adalah kunci pembuka ilmu.
Seorang muslim dapat saja belajar sendiri dengan membaca buku-buku
Islam, tetapi ia tetap harus bertanya pada teman yang lebih paham
ataupun kepada para ulama. ” Maka bertanyalah kepada orang yang
mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”(QS.16 : 43)

Menjelang Ujian
Waktu ujian tengah semester maupun akhir semester, telah ditetapkan
waktunya. Dalam hidup, tidak bisa tidak, cepat atau lambat, ujian pasti
terjadi. Ada 4 hal yang harus dipersiapkan ketika ujian semakin dekat,
yaitu :

1. Persiapkan ilmu, analisa ujian
Analisa ujian yang dihadapi, jangan reaktif. Siapkan jurus-jurus untuk menghadapi ujian, karena setiap soal berbeda bobotnya.
Bekal ilmu untuk menghadapi ujian hidup, sangat penting. Dengan ilmu,
kita dapat mengetahui mana jalan yang diridhai-Nya dan mana yang tidak.
“Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang
pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan
baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan
pendapatnya sendiri.” (HR. Athabrani).

2. Belajar dari soal-soal sebelumnya
Mahasiswa harus rajin mencari foto kopi soal di semester sebelumnya, karena soal ujian biasanya mirip.
Pelajarilah ujian yang dihadapi para nabi, ambil hikmah dari setiap
ujian. Bagaimana ending penderitaan yang dialami para nabi? Semuanya
ada di dalam Al Qur’an. “Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal
belum datang kepadamu (ujian) seperti (yang dialami) orang-orang
terdahulu sebelum kami. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan,
diguncang (dengan berbagai cobaan). Sehingga Rosul dan orang-orang yang
beriman bersamanya berkata, “Kapankah datang pertolongan Allah?”
Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (QS. Al-Baqarah:
214)

3. Belajar dari buku wajib dan buku tambahan
Ada buku wajib kampus dan buku tambahan.
Buku wajib seorang muslim adalah Al Qur’an dan Hadits. Dan untuk buku
tambahan adalah buku-buku Islam kontemporer agar wawasan bertambah.
“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat
selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan sunnah
Rasulullah saw.” (HR. Muslim).

4. Berdoa
Berdoalah kepada Allah SWT semoga Ia memudahkan dalam mengerjakan soal-soal ujian.
Senjata orang-orang beriman adalah doa. “Doa adalah senjata seorang
mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi.” (HR. Abu
Ya�la)

Saat Ujian
1. Hadapi dengan tenang dan sabar.
Saat memasuki ruang ujian, hadapilah dengan tenang dan sabar, jangan tergesa-gesa.
Pun di dalam menghadapi ujian hidup, wajib sabar ketika ujian itu
datang. Rasulullah SAW bersabda, “Sabar yang sebenarnya ialah sabar
pada saat bermula tertimpa musibah.” (HR. Al Bukhari)

2. Konsentrasi pada soal ujian, jangan curang.
Soal telah dibagikan. Konsentrasilah pada soal ujian dan jangan coba-coba menyontek!
Saat ujian datang, seorang muslim jangan justru lari dari-Nya dengan
cara bermaksiat kepada-Nya. Berapa banyak kita saksikan manusia yang
ditimpa ujian dan cobaan, bukannya mendekat kepada-Nya, tetapi justru
bermaksiat dengan lari dari jalan da’wah ataupun memisahkan diri dari
barisan. “syaghalatna amwaluna waahluna : kami telah dilalaikan oleh
harta dan keluarga” (QS. 48:11)

3. Selesaikan yang mudah dahulu.
Menghadapi ujian dari dosen, membutuhkan strategi, jangan mengerjakan soal-soal yang sulit dahulu, tetapi kerjakan yang mudah.
Jangan memasuki bidang ujian yang kita tidak mampu memasukinya.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak semestinya seorang muslim menghina
dirinya. Para sahabat bertanya, “Bagaimana menghina dirinya itu, ya
Rasulullah?” Nabi saw menjawab, “Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan
yang dia tak tahan menderitanya.”(HR. Ahmad dan Attirmidzi)

4. Jangan mengeluh bila soalnya sulit.
Ujian kita sangat sulit? Jangan mengeluh. Karena percuma saja, toh ujian tak akan selesai dengan keluhan.
Seorang muslim janganlah sampai mengeluh ketika ujian menimpa, karena
Rasulullah SAW bersabda, “Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan,
yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan
sodaqoh (yang kita keluarkan).” (HR. Athabrani).

Sesudah Ujian

1. Evaluasi
Apakah ujian itu dapat kita lalui dengan baik? Ucapkan hamdalah bila
berhasil melaluinya. Seorang muslim ketika telah melewati ujian berupa
penderitaan dan kesedihan, hendaknya tetap istiqomah di jalan-Nya. Dari
Abu Hurairah ra katanya, sabda Rasulullah saw, “Tidak disengat
seseorang mukmin itu dua kali dalam satu lubang.”

2. Ambil hikmahnya.
Ada hikmah di setiap kejadian. Karena khasanah kebaikan kembali
kepada-Nya. Bahkan ketika tertusuk duri, ada hikmahnya. “Tiada seorang
muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat
baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa.” (HR. Al Bukhari)

3. Bersiap menghadapi ujian selanjutnya.
Ujian mahasiswa tentu tidak hanya satu mata kuliah, tetapi ada beberapa macam.
Selama hayat masih dikandung badan, maka bersiaplah menghadapi
ujian-ujian yang beraneka ragam bentuknya. “Apakah kamu mengira kamu
akan dibiarkan saja mengatakan “kami beriman” sedang mereka tidak di
uji lagi”� (QS. Al Ankaabut: 2-3)

Untuk Apa Ujian Itu?

Untuk apakah ujian itu Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya?
Ujian adalah sunnatullah dari Allah untuk memisahkan orang-orang
munafik dari barisan orang-orang beriman, memisahkan antara loyang
dengan emas. “Allah menguji hamba-Nya dengan menimpakan musibah
sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada
yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari
keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang
selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang
ditimpa fitnah (musibah).”(HR. Athabrani)

Ujian adalah tarbiyah dari Allah untuk meningkatkan derajat hamba-Nya,
sebagai wujud kasih sayang-Nya. “Seorang hamba memiliki suatu derajat
di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal
kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat
itu.” (HR. Athabrani).

Ujian adalah sunntullah untuk orang-orang yang berada di jalan Al Haq.
Jika kita tidak merasakan adanya ujian yang berat, maka patut
dipertanyakan apakah jalan yang kita lalui adalah jalan yang benar.
Saad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya
Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya”� Nabi
saw menjawab, “Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan
yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar
agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu
(ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seroang
diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari
dosa-dosa.” (HR. Al Bukhari)

Dalam menghadapi ujian, seorang mu’min harus selalu berprasangka baik
kepada Tuhannya. “Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan
cobaan. Sesungguhnya Allah Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum
Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat
kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah.” (HR.
Attirmidzi).

Allah SWT menghibur orang-orang beriman dalam menghadapi ujian
dengan firman-Nya, “Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah
pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi
(derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. 3 : 139).

Penutup
Ujian hidup tidak selamanya berbentuk penderitaan dan kesedihan hati,
tetapi bisa juga dalam bentuk kenikmatan dan kesenangan. Bila ujian itu
dalam bentuk kesenangan, apakah sang hamba dapat bersyukur? Bila dalam
penderitaan, apakah sang hamba bersabar? Syukur dan sabar adalah
keistimewaan orang-orang yang beriman, yang dikagumi oleh sang nabi.

Surga memiliki kriteria (muwashofat) untuk orang-orang yang akan
memasukinya. Nilai A, B, C, D, atau E, adalah hak prerogatif Allah SWT.
Tugas manusia adalah berdoa, berikhtiar dan bersabar. Dan tentu saja,
untuk mengetahui apakah kita benar-benar lulus atau tidak, jawabannya
ada di hari akhir nanti.

Lulus ujian, akan menaikkan derajat kita di sisi-Nya dan tiada lain
balasannya adalah ridha-Nya, surga-Nya, dan bidarari yang bermata jeli.
Allah SWT berfirman, “Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari
yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah
: 22-23). Bidadari menantimu. Selamat ujian.

Di waktu ujian badai terus melanda
Engkau tetap gigih berjuang
Membenarkan sabda junjungan
Terus memburu menuntut janji,
Pastilah Islam gemilang lagi
Ujian bukan batu penghalang
Karena itulah syarat dalam berjuang
Ujian adalah tarbiyah dari Allah
Apakah kita kan sabar ataupun sebaliknya

- The Zikr –

(lagi…)

Hakikat Kecantikan Wanita

Filed under: Uncategorized — iyoem88 @ 4:37 am

Kafemuslimah.com

Berbicara tentang kecantikan..tentunya setiap wanita pasti akan cukup semangat, bergairah,
Sebagian besar tentunya merasa seperti itu kan yah? kosmetik, mode, cara berjalan, cara tersenyum, dan beragam cara-cara biar tampil cantik sudah menjadi santapan lezat buat kaum wanita..

Semua itu menunjukkan bahwa menyukai kecantikan dan keindahan adalah salah satu fitrah, kecenderungan yg dimiliki setiap wanita. dan perasaan ingin cantik ini adalah nikmat Allah SWT

Tetapi seringkali kita salah memaknai nilai kecantikan yang sebenarnya dan menganggap bahwa kecantikan wanita hanya tertumpu pada keindahan fisik atau secara lahiriah saja.
seringkali kiat menyaksikan betapa banyak wanita cantik di dunia ini tapi keindahannya hanya sesaat ,pribadinya adalah pribadi yang tak menyenagkan, kehidupannya berantakan dsbnya. Perilakunya tidak cantik bahkan menimbulkan masalah bagi diri sendiri dan orang lain.

Dan disisi lain seringkali juga kita melihat seorang wanita yang secara lahir biasa biasa saja namun, kehadirannya sangat drasakan dan hangat terasa , ucapannya menyenagkan dan wawasannya luas ( sering distilahkan sebagai charming atau menarik).

Lalu, apakah cantik itu dan apakah yang membuat wanita terlihat menarik (tak lekamg kena panas dan tak lumut kena hujan).

Adakah kecantikan lahir menjadi penilaian Allah SWT bagi hambanya ?,Kalaulah ia benar tentulah nabi Allah Yusuf AS menjadi nabi yang paling disayang Allah.
Saat ini presepsi CANTIK sudah menjadi komoditi komersil, lihat saja iklan di TV, bagaimana kulit putih dinilai sbg lambang kecantikan, tubuh tinggi dan slim adalah lambang kebugaran
sehingga..lahirlah paradigma vague atau cara pandang yg keliru ttg makna CANTIK

Dalam Islam, pengertian cantik adalah Kecantikan hakiki dan ideal adalah kecantikan yang bersumber pada dimensi ilahiah (hati) .Bagi muslimah dan mukminah sejati keinginan tuk menjadi cantik bak bidadari syurga merupakan dambaan dan keinginan yang terperi. Dambaan tuk menjadi wanita cantik nan anggun yang ianya menjadi incaran dan simpanan bagi hamba-hamba Allah yang shalih dan bertakwa.

Islam memandang puncak kecantikan wanita berbanding lurus dengan tingkat ketundukan dan kepasrahannya pada Allah SWT.
Adalah hari yang mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali ornag yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.” (QS. Asy-Syuara: 88 – 89)

Rasulullah Shalallahu alaihi Wa Salam bersabda: “Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati. (HR Bukhari dan Muslim)
Mari kita garis bawahi Hadits Rasulullah SAW diatas
HATI

Ternyata semua sumber penampakan lahiriah itu SANGAT TERGANTUNG dari HATI
Hati memainkan peran esensial. Peran hati seumpama seorang Komando yang mengatur dan mengontrol anggota badan yang lain ,semua tunduk kepadanya.
Hati menjadi radar motivator yang menggerakkan fungsi akal, emosi dan gerak dan semua terkoordinasi dan terintegrasi dengan cantik sekali yang menghasilakn dan mencerminkan pribadi muslimah yang unggul dan menawan.

Kecantikan yang anggun dan menarik ini adalah umpama bidadari syurga yang tersebarlah kecantikan dan keanggunannya pada setiap muslimah didunia ini.
Ketika seorang muslimah yang shalihah, memahami akan hakikat kehidupan di dunia, dan ketika hatinya digenangi oleh keimanan dan makrifat tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, dalam memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata, hatinya selalu takut dan terikat dengan Rabb-Nya, mentaati-Nya dalam keadaan sendirian ataupun dihadapan banyak manusia.
Mau kan jadi bidadari bumi..yg sudah pasti akan lulus mendapatkan bidadari syurga kelak??

Sungguh betapa indah akhlaknya , jika ia seorang ibu,tangan tangannya begitu lembut dan terasa kehangatan dalam mendidik anak anaknya dalam menapaki kehidupan yang benar dan islami, kasih sayang kecintaanya juga begitu menggebu dihadapan suaminya sehinggakan ianya merupakan sosok yang selalu dirindu dan dingati, akhlak yang terpuji menjadi kebanggaan kedua orang tuanya serta semangat untuk melakukan perubahan menjadi agenda utama dirinya baik perubahan diri, social dan keluarga.

Dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan hamba-hamba-Nya.Dan sungguh jika seorang muslimah menghiasi dirinya dengan pakaian sabar, istiqamah,qana’ah, maka insya Allah tempat terpuji akan menuggu kita ,yaitu syurgaNya.
Itulah hakikat cantik dalam Islam,

Maka bila kini kita telah tersadar utuk mempercantik diri secara lahiriyah, mempercantinya dengan busana dan polesan kulit yg sesuai aturan Allah, maka mari kita sadarkan diri kita
untuk mempercantik batiniyah kita dengan sabar, tawakal, lebih dekat dg Allah SWT
maka dengan sendirinya akan lahirlah amalan yg akan menampakkan kecantikan dari dalam (inner beauty) amalan yg juga di ridhoi Allah SWT

Ada 5 Ciri bidadari bumi antara lain :

1. Pancaran ketenangan dan keceriaan

Pancaran keceriaan dan ketenangan merupakan pancaran suasana hati.. Ketenangan ,keceriaan, dapat dirasakan oleh setiap orang yang hidup hatinya. Sebab cahaya dan kegelapan, kebaikan dan kejahatan di dalam hati ini seringkali terbias pada wajah dan mata. Kedua anggota tubuh ini (wajah dan mata) banyak sekali terkait dengan aktifitas hati

Perhatikan Firman ALlah Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda tandanya (Muhammad:30)
“Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka.” (Al-Fath:29)

Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya amal kebaikan itu akan memancarkan cahaya di dalam hati, membersitkan sinar pada wajah, kekuatan pada tubuh, kelimpahan dalam rizki dan menumbuhkan rasa cinta di hati manusia kepadanya. Sesungguhnya amal kejahatan itu akan menggelapkan hati, menyuramkan wajah, melemahkan badan, mengurangkan rizki dan menimbulkan rasa benci di hati manusia kepadanya.” (Tafsir Ibnu Katsir (IV/204)).

2. Hikmah dan bijaksana

Hatinya selalu menimbang dengan timbangan akhirat sehingga segala urusan dunia yang bertentangan dengan syariat Allah dan Rasul-Nya akan mudah ia singkirkan dan tinggalkan.Jiwanya dipenuhi dengan kepercayaan yang tinggi bahwa segala sesuatu yang tercipta dan tertaqdir untuk dirinya pasti mengandungi pesan pesan Allah ,yang pesan pesan tersebut merupakan kunci bagi dirinya tuk dapat membuka pitu akhirat kelak.

Banyak peristiwa yang mungkin menyedihkan,menyesakkan dan menakutkan tapi dilalui itu semua dengan ketenagan hati sebagaimana firman Allah:

3. Keyakinan

Optimis atau keyakinan seorang muslimah merupakan product unggul pribadi yang Ihsan yaitu kepribadian yang didasrkan pada keyakinan bahwa dirinya adalah wakil Allah di bumi ini sehingga selalu berusaha untuk membuat kebaikan yang optimal bagi dirinnya, keluarga dan lingkungannya atas kemampuan yang Allah anugerahkan.
Muslimah berkepribadian cantik paham betul bahwa bukan pada makhluk ia harus bertanggung jawab tapi pada Rabb semesta alam sehinggakan semua aktifitas tersentral pada kacamata Allah SWT..

4. Empati

Bersikap Empati lahir dari hati yang lembut yang memahami bahwa kehidupan dirinya di dunia ini bukan diatas keinginan dan kesenangan pribadi, tapi atas kesadaran bahwa setiap pribadi ihsan dalam pandangan Islam dituntut untuk saling tolong menolong,bersikap toleransi,pengorbanan yang semua ini merupak warna kehidupan yang sebenarnya diantara seorang muslim dengan muslim lainnya ( ukhuwah ) dan atau antara muslim dan golongan diluar muslim

5. Aktif dan produktif
Keaktifan dan produktifitas seorang muslimah terlihat pada kepekaan dan tanggung jawabnya pada diri,keluarga dan lingkungan . Hal ini teraplikasi dengan amal amal sholih yang baik dan terancang rapih.
Muslimah sejati nan menawan adalah seorang muslimah yang selalu mengagendakan semua aktifitasnya dalam mencari Ridha Allah SWT dan sehingga rutinitas kesehariannya akan membawa mamfaat bagi dirinya berupa pahala yang Allah janjikan dan juga sekitarnya .

‘Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu baik laki-laki maupun perempuan” (QS Al Imran : 195)
”Dan barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik” (QS An nahl : 97)

6. Cerdas dan kreatif
Kecerdasan muslimah akan terus tumbuh dengan proses perjalanan hidup yang dilaluinya terutama ketika proses tsb diiringi dengan proses belajar yang menjadi bagian wajib bagi dirinya

…. Dengan daya kreatifitas ini maka akan lahir keterampilan keterampilan unggulan seperti:
a. Ketermpilan komunikasi ( personal komunikasi dan itra personal komunikasi)
b. Keterampilan memecahkan masalah
c. Keterampilan memanage emosi
d. Keterampilan aktualisasi diri dll.

sumber : Teh ervin (Kajian Muslimah, 10 September 2007)

Ketombe dan Jilbab

Filed under: Uncategorized — iyoem88 @ 4:36 am

Kafemuslimah.com

Saya wanita usia 25 th, bekerja dan memakai jilbab. Akhir-akhir ini saya sering merasakan gatal di kulit kepal, mengalami kerontokan rambut dan menemukan banyak luka di kulit kepala yang sudah mongering. Sewaktu saya garuk, banyak serpihan putih berjatuhan. Awalnya saya pikir ini ketombe, tetapi mengapa diikuti perasaan perih di kulit kepala?

Ketombe (dandruff) adalah kelainan penglupasan kulit ari pada kulit kepala. Istilah ketombe yang dikenal awam, dalam dunia medis sebenarnya adalah suatu kelompok penyakit, merupakan spektrum dari yang ringan (pitiriasis sicca), sedang (eksim kulit berminyak / dermatitis seboroik) sampai dengan berat (psoriasis). Ketombe bisa terdiri dari satu atau gabungan penyakit dalam spektrum tersebut. Gejalanya mirip, berupa sisik kulit kepala, kadang gatal dan mungkin disertai kerontokan rambut.
Banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya ketombe, antara lain, kulit berminyak, adanya jamur (Pityrosporum), kulit sensitif (atopik), keturunan / genetik, daya tahan tubuh, nutrisi, kelainan syaraf / neurologis, dan fisik (suhu dan kelembaban).
Rasa gatal umumnya timbul bila udara panas dan berkeringat karena kelenjar minyak di kulit kepala menjadi lebih aktif pada keadaan tersebut. Luka di kulit kepala terjadi akibat garukan dan bisa timbul infeksi. Kerontokan rambut dapat terjadi akibat penyakitnya sendiri atau akibat garukan.
Dengan kondisi yang Anda derita, sebaiknya berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat. Disamping itu perlu diperhatikan cara pemakaian jilbab yang baik, supaya salah satu faktor pencetus yang telah disebutkan di atas yaitu faktor fisik (suhu dan kelembaban), tidak memperberat keadaan. Perlu diketahui bahwa jilbab tidak menyebabkan ketombe. Telah dibuktikan melalui penelitian dr. Detty DK di FKUI Jakarta tahun 2001, ternyata tidak ada hubungan bermakna antara pemakaian jilbab dengan ketombe.

Berikut ini tips sehat memakai jilbab:

Pilih bahan katun / sutra alam atau bahan lain yang menyerap keringat dan cukup berpori.
Lapisan dalam (dalaman) juga dari bahan katun dan jangan terlalu sering yang berbentuk topi, pakai bando atau tidak usah pakai sama sekali.
Lapisan jilbab luar jangan lebih dari 4 lapis.
Pilih warna jilbab putih atau warna muda lain kalau banyak beraktivitas di bawah sinar matahari.
Jangan menutup rambut ketika masih basah.
Rambut perlu dibuka, diurai dan dianginkan di rumah / di lingkungan mahram.
Cara memakai jilbab sebaiknya ‘dilepas’ menutupi dada, jangan terlalu sering diikat ke leher , agar sirkulasi udara lebih baik.

Dr. Dewi Inong Irana SpKK
Puan Jakarta Boutique Clinic
Dari : noor.co.id

Memelihara sikat gigi yang baik dan benar..

Filed under: Uncategorized — iyoem88 @ 4:30 am

Kafemuslimah.com

Pemeliharaan sikat gigi kadang kala sering diabaikan oleh banyak orang. Padahal ’benda kecil’ ini turut memegang peranan penting dalam upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kondisi gigi yang berlubang atau gusi yang meradang bukan hanya berasal dari faktor di dalam mulut itu sendiri, tapi faktor dari luar mulut seperti pemilihan dan pemeliharaan sikat gigi ternyata juga dapat berpengaruh. Berikut ini ada sedikit tips tentang bagaimana caranya memelihara sikat gigi yang baik dan benar.

Setelah sikat gigi yang baik dan benar selama dua menit, sikat gigi dibersihkan dengan cara :

Ketuk-ketuk sikat gigi supaya sisa air dari sikat gigi yang kita bersihkan dapat menjadi kering
Keringkan sikat gigi secara perlahan-lahan dengan menggunakan handuk yang halus dan usahakan untuk menjemur sikat gigi di tempat yang terkena sinar matahari
Tidak menyimpan sikat gigi di kamar mandi karena udara kamar mandi sangat lembab sehingga sikat gigi mudah ditumbuhi kuman dan jamur
Siapkan minimal 2 sikat gigi yang sebaiknya digunakan bergantian pada pagi dan malam hari apabila sikat gigi yang satu sedang kita keringkan
Ganti sikat gigi tiap tiga bulan sekali

Semoga tips-tips ringan di atas dapat membantu untuk mewujudkan kondisi gigi dan mulut yang lebih sehat. Selamat mencoba.

Kaum Muslim Indonesia, Contohlah Bangsa Jepang!

Filed under: Religius — iyoem88 @ 4:25 am

kafemuslimah.com

Hikmah, Muamalah

Bismillah,

Sebuah tulisan yg menarik, muncul di kotak surat saya. Usai membaca artikel ini, nampaknya umat muslim Indonesia mesti mau mencontoh bangsa Jepang, yg meski mayoritas non muslim, namun mereka ternyata sudah mempraktekkan kehidupan yg Islami, sebagaimana yg dicontohkan Rasululloh SAW.

Tulisan ini tidak bertutur tentang legenda Bangsa Samurai dahulu kala; namun berkisah tentang Jepang saat ini. Dongeng di sini berarti sesuatu yang mengherankan bila disandingkan dengan kondisi keseharian di tanah air. Meski Jepang bukanlah negeri dongeng yang sempurna, ada nilai-nilai kebaikan universal terealisir yang menarik untuk disimak dan diaplikasikan di tanah air tercinta.

Tulisan ini merupakan fragmentasi keseharian saya, istri, dan beberapa kawan dekat kami di Jepang.

01. Kantor pemerintahan dan pelayanan publik
Anda pernah melihat sekelompok semut? Nah, begitulah kira-kira situasi kantor pemerintahan daerah di Jepang. Tidak ada “semut” yang diam termangu, apalagi membaca koran; seluruh karyawan kantor senantiasa bergerak, dari saat bel mulai kerja hingga pulang larut malam. Tak habis pikir, saya tatap dalam-dalam “semut-semut” yang sedang bekerja tersebut; kadang kala saya curi pandang: jangan-jangan mereka sedang ber-internet ria seperti kebiasaan saya di kampus. Ingin saya mengetahui makanan apa gerangan yang dikonsumsi para pegawai itu sehingga mereka sanggup berjam-jam duduk, berkonsentrasi, dan menatap monitor yang bentuknya tidak berubah tersebut.

Tata ruang kantor khas Jepang: mulai pimpinan hingga staf teknis duduk pada satu ruangan yang sama – tanpa sekat; semua bisa melihat bahwa semuanya bekerja. Satu orang membaca koran, pasti akan ketahuan. Aksi yang bagi saya dramatis ini masih ditambah lagi dengan aksi lari-lari dari pimpinan ataupun staf dalam melayani masyarakat.

Ya, mereka berlari dalam arti yang sesungguhnya dan ekspresi pelayanan yang sama seriusnya. Wajah mereka akan menatap anda dalam-dalam dengan pola serius utuh diselingi dengan senyuman. Saya hampir tak percaya dengan perkataan kawan saya yang mempelajari system pemerintahan Jepang, bahwa gaji mereka – para “semut” tersebut – tidak bisa dikatakan berlebihan. Sesuai dengan standard upah di Jepang. Yang saya baca di internet, mereka memiliki kebanggaan berprofesi sebagai abdi negara; kebanggaan yang menutupi penghasilan yang tidak berbeda dengan profesi yang lain.

Menyandang status mahasiswa, saya mendapatkan banyak kemudahan dan fasilitas dari Pemerintah Jepang. Untuk mengurus berbagai keringanan tersebut, saya harus mendatangi kantor kecamatan (kuyakusho) atau walikota (shiyakusho) setempat. Beberapa dokumen harus diisi; khas Jepang: teliti namun tidak menyulitkan. Dalam berbagai kesempatan saya harus mengisi kolom semacam: apakah anda melakukan pekerjaan sambilan (arubaito = part time job), apakah anak anda tinggal bersama anda (untuk mengurus tunjangan anak), dsb. Dan dalam banyak hal, pertanyaan-pertanyaan tersebut cukup dijawab dengan lisan: ya atau tidak. Tidak perlu surat-surat pembuktian dari “RT, RW, Kelurahan” dsb. Saya percaya bahwa sistem yang baik selalu mensyaratkan kejujuran.

Sistem berlandaskan kejujuran akan cepat maju dan meningkat, sekaligus sangat efisien. Mengetahui bahwasanya saya adalah orang asing yang kurang lancar berbahasa Jepang, saya mendapatkan “fasilitas” diantar kesana-kemari pada saat mengurus berbagai dokumen untuk mengajukan keringanan biaya melahirkan istri saya. Hal ini terjadi beberapa kali. Seorang senior saya pernah mengatakan, begitu anda masuk ke kantor pemerintahan di Jepang, maka semua urusan akan ada (dan harus ada) solusinya. Lain hari saya membaca prinsip “the biggest (service) for the small” yang kurang lebih bermakna pelayanan dan perhatian yang maksimal untuk orang-orang yang kurang beruntung.

Pameo “kalau ada yang sulit, mengapa dipermudah” tidak saya jumpai di Jepang. Pada suatu urusan di kantor walikota (shiyakusho) saya diminta untuk menyerahkan surat pajak penghasilan. Saya mengatakan bahwa saya sudah pernah, di masa yang lalu, menyerahkan surat yang sama ke bagian lain di kantor tersebut. Saya sudah siap dan pasrah seandainya mereka menjawab bahwa saya harus mengurus kembali surat tersebut ke kantor kecamatan sebelum saya pindah ke kota ini. Agak tertegun sekaligus lega mendapat jawaban bahwa staf divisi tersebut akan mendatangi divisi lain tempat saya pernah menyerahkan dokumen pajak saya sekian bulan yang lalu. Dia akan mengkopinya dari sana .

Ambil jalan yang mudah, namun tetap mengedepankan ketelitian. Itulah yang saya jumpai di Jepang.

Berstatus mahasiswa yang berkeluarga (baca: harus berhemat), kami sempat terkejut melihat tagihan listrik bulanan yang melonjak hingga 10 kali lipat.

Setelah melakukan pengusutan sederhana, tahulah kami bahwa ada kesalahan pencatatan meter listrik oleh petugas – sebuah kesalahan yang tidak umum di negeri ini. Segera saat itu pula saya telpon perusaah listrik wilayah Kansai untuk mengkonfirmasikan kesalahan tersebut. Berkali-kali kata sumimasen (yang bisa pula berarti maaf) keluar dari mulut operator telepon. Saya menganggapnya sudah selesai, karena operator berjanji untuk segera melakukan tindak
lanjut. Belum berapa lama meletakkan tas di laboratorium pagi itu, istri menelpon dari rumah perihal kedatangan petugas listrik untuk meminta maaf dan menarik slip tagihan. Setibanya di rumah malam harinya, baru tahulah saya bahwa yang datang bukanlah sekelas petugas lapangan (dari kartu nama yang ditinggalkannya) dan tahulah saya bahwa dia tidak sekedar meminta maaf, karena bingkisan berisi sabun dan shampo merk cukup terkenal menyertai kartu nama petugas tersebut. Saya hanya berharap, waktu itu, bahwa petugas pencatat yang keliru tidak akan bunuh diri. Karena kekeliruan dalam bekerja, secara umum, menyangkut kehormatan di Negara ini.

Saya mengetahui dari sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Jepang akan sebuah paradigma “Bila anda datang ke kantor pada pukul 09.00 (jam resmi masuk kantor di Jepang) dan pulang pada pukul 17.00 (jam resmi pulang kantor di Jepang), maka atasan dan kawan-kawan anda akan mengatakan bahwa anda tidak memiliki niat bekerja”.

Saya membuktikan pameo tersebut, karena setiap hari saya bersepeda melintasi kantor walikota (shiyakusho) . Sebagian besar lampu di kantor itu masih menyala hingga pukul 20.00.

Dan beberapa kali saya jumpai staf kantor tersebut memasuki stasiun kereta, juga sekitar pukul 20.00. Hal ini berarti, mereka semua memiliki niat bekerja – versi Jepang.

02.Pasar, pertunjukan kejujuran dan perhatian
Suatu kali pernah kami membeli sebungkus buah-buahan dengan bandrol murah; favorit bagi kalangan mahasiswa asing seperti saya. Saya sudah mengetahui bahwa ada sedikit cacat (gores atau bekas benturan) pada permukaan beberapa buah-buahan – sesuai dengan harga murah yang disematkan padanya. Pada saat kami hendak membayar buah tersebut, penjual buah buru-buru menerangkan dan menunjuk-nunjuk kondisi sedikit cacat pada beberapa buah-buahan tersebut, dan kembali memastikan niat kami membeli nya. Sembari tersenyum,
tentu saja kami mengatakan “daijobu” (tidak apa-apa), karena kami sudah melihatnya dari awal.

Beberapa kawan kami mengiyakan pada saat kami menceritakan kejadian yang bagi kami cukup
mengherankan ini; ini berarti sikap jujur tersebut tidak dimonopoli oleh satu-dua pedagang. Mereka mengerti betul bahwa kejujuran adalah prasyarat utama keberhasilan dalam berdagang. Tidak perlu meraup untung sesaat dalam jumlah besar, bila nantinya akan kehilangan pelanggan.

Hingga hari ini, pada saat bertransaksi di kasir, kami selalu menerima uang kembalian dalam jumlah yang utuh – sesuai dengan yang tertera pada slip pembayaran. Tidak kurang, meski hanya satu yen (mata uang terkecil di Jepang). Tidak ada “pemaksaan” untuk menerima permen sebagai pengganti nominal tertentu. Selain kagum dengan praktek berdagang yang baik ini, kami sekaligus kagum dengan sistem perbankan Jepang yang mampu menyediakan uang recehan untuk pedagang dan vending machine (mesin penjual otomatis) di se-antero

Jepang. Meski bagi sebagian kalangan, uang kembalian terlihat “sepele”; hal ini bisa menyebabkan ketidak-ikhlasan pembeli terhadap transaksi jual-beli .

Istri saya selalu berbelanja bersama anak-anak; dan karena “keriangan” anak-anak, pada beberapa kasus, pak telur atau buah-buahan bisa meluncur ke lantai. Dua kali terjadi beberapa telur dalam satu pak pecah akibat keriangan anak-anak, dan satu kali melibatkan buah yang mudah penyok. Pada semua kejadian tersebut, petugas supermarket melihat dan segera mengganti barang-barang tersebut dengan yang baru. Padahal kami datang dengan wajah lelah dan pasrah untuk membayarnya, karena kami menyadari benar bahwa ini adalah kelalaian kami. Bahkan pada satu kasus, barang tersebut sudah dibayar istri saya. Pada saat kami menerangkan bahwa ini semua ketidaksengajaan anak-anak kami, dengan ramah petugas
supermarket menyahut “daijobu yo” (tidak apa-apa).

Pada saat berkesempatan mengunjungi sebuah negara lain di Asia untuk sebuah konferensi, saya baru menyadari keramahtamahan petugas supermarket di Jepang. Di Jepang, bila anda menanyakan keberadaan sebuah barang, maka petugas tidak sekedar memberi arah petunjuk pada anda, namun dia akan mengantarkan anda hingga berjumpa dengan barang yang dicari; dan petugas baru akan meninggalkan anda setelah memastikan bahwa everything is ok. Hal ini tidak berarti bahwa jumlah petugas supermarket di Jepang demikian banyaknya hingga
mereka berkesempatan jalan-jalan di dalam supermarket yang sangat besar; justru sebaliknya, jumlah petugas selalu sesuai benar dengan kebutuhan, dan mereka selalu bergerak – seperti semut.

Di sebuah toko elektronik, seorang petugas yang menjelaskan spesifikasi komputer yang anda tanyai adalah juga kasir tempat anda membayar serta petugas yang melakukan packing akhir terhadap komputer yang anda beli .

03.Polisi, sistem yang bekerja dan melindungi
Kami sempat terheran-heran manakala pertama menginjakkan kaki di Kobe demi melihat postur polisi dan kendaraannya yang tidak lebih gagah dibandingkan dengan petugas pos di Indonesia. Benar, ini bukan metafora. Memang ada pula polisi di tingkat prefecture (propinsi)
yang gagah mengendarai motor besar bak Chip – ini jumlahnya sedikit. Namun polisi kota besar seukuran Kobe – salah satu kota metropolis di Jepang, posturnya tidak segagah polisi yang sering saya jumpai di jalan-jalan Republik. Anda tentu menganggap saya sedang bergurau bila saya mengatakan bahwa motor polisi di Kota Kobe dan Ashiya serupa benar dengan bebek terbang tahun 70-an.

Saya tidak bergurau. Ini Kobe dan Ashiya, dua kota di negara macan ekonomi dunia. Bebek terbang tersebut dilengkapi dengan boks besi di bagian belakang – mirip dengan petugas pengantaran barang kiriman. Namun, sekali bapak atau mbak polisi ini menghentikan kendaraan, tidak pernah saya melihat ada diantaranya yang berusaha lari. Tidak ada gunanya lari di negara dengan sistem network yang sangat baik ini. Ke mana pun anda lari, kesitu pula polisi dengan uniform yang serupa akan menghampiri anda. Pelan namun pasti. Saya akhirnya mafhum, bahwa polisi di sini lebih pada fungsi kontrol dan pengambilan keputusan (decision maker) – kedua fungsi ini memang tidak mensyaratkan badan yang harus berotot dan berisi.

Tak heran saya melihat mas-mas polisi muda berkacamata melakukan patroli dengan bebek terbangnya. Mereka hanya perlu melihat, mengawasi, dan mengambil keputusan. Selebihnya, sistem yang akan bekerja.

04.Lingkungan hidup dan transportasi
Jepang bukanlah negara dengan penduduk kecil. Populasi negara ini hampir separuh populasi Republik tercinta.

Di sisi lain, wilayah negara ini didominasi oleh pegunungan yang sulit untuk dihuni. Pegunungan yang tetap hijau, membuat saya menduga bahwa Pemerintah Jepang memang sengaja membiarkan kehijauan melekat pada daerah pegunungan tersebut. Tokyo adalah kota besar dengan jumlah penduduk terbesar se-dunia, mengalahkan New York dan berbagai kota besar di mancanegara. Besarnya penduduk, sempitnya dataran yang bisa dihuni, dan tingginya tingkat ekonomi mensiratkan dua hal: kerapian dan kebersihan. Anda akan sangat kesulitan menjumpai sampah anthrophogenik (akibat aktivitas manusia) di jalan- jalan di Jepang. Kemana mata anda memandang, maka kesitulah anda akan tertumbuk pada situasi yang bersih dan rapi.

Orang Jepang meletakkan sepatu/alas kaki dengan tangan, bukan dengan kaki ataupun dilempar begitu saja. Mereka menyadari bahwa ruang (space) yang mereka miliki tidak luas, sehingga semuanya harus rapi dan tertata. Sepatu dan alas kaki diletakkan dengan posisi yang siap untuk digunakan pada saat kita keluar ruangan. Hal ini sesuai dengan karakteristik mereka yang senantiasa well-prepared dalam berbagai hal. Kadang saya menjumpai kondisi yang ekstrim; seorang pasien yang sedang menunggu giliran di depan saya berbicara dan menggerakkan anggota tubuhnya sendiri. Saya tahu bahwa ruang periksa di hadapan kami bukan ditempati psikiater ataupun neurophysicist. Belakangan saya tahu dari kawan yang belajar di bidang kedokteran, boleh jadi pasien tersebut sedang mempersiapkan dialog dengan dokternya.

Transportasi di Jepang didominasi oleh angkutan publik, baik bus, kereta (lokal, ekspres, super ekspres), shinkansen, dan pesawat terbang (antar wilayah). Baiknya sistem dan sarana transportasi di Jepang membuat anda tidak perlu berkeinginan untuk memiliki kendaraan sendiri – kecuali bila anda tinggal di country-side yang tidak memiliki banyak alat transportasi umum. Kereta dan shinkansen (kereta antar kota super ekspres) mendominasi moda transportasi di Jepang. Sebuah sumber yang saya ingat menyebutkan bahwa kepadatan lalu lintas kereta di Jepang adalah yang tertinggi di dunia. Di Jepang, kereta dan shinkansen digerakkan menggunakan listrik. Hal ini tidak menyebabkan polusi udara di perkotaan, karena listrik diproduksi terpusat. PLTN sebagai salah satu sumber pemasok utama energi listrik di Jepang, tentu saja, juga berkontribusi pada rendahnya polusi udara karena, praktis, PLTN tidak mengemisikan CO2.

Nasehat “tengoklah duru kiri dan kanan sebelum menyeberang jalan” mungkin tidak sangat penting untuk diterapkan bila anda menyeberang di tempat yang telah disediakan di Jepang. Anda cukup menunggu lambang pejalan kaki berubah warna menjadi hijau; insya Allah anda
akan selamat sampai ke seberang – tanpa perlu menengok kiri dan kanan. Saat berkesempatan mengunjungi kota besar lain di Asia, kebiasaan menyeberang ala Jepang sempat membuat saya hampir terserempet motor; lampu hijau saja ternyata tidaklah cukup di kota ini.

05.Kesehatan dan rumah sakit
Jepang mengerti benar bahwa orang-orang yang sehatlah yang lebih mampu memajukan bangsa dan negaranya.

Mahasiswa di tempat saya belajar, Kobe University, wajib melakukan pemeriksaan kesehatan (gratis) setahun sekali. Fasilitas kesehatan di Jepang mendapat perhatian yang tinggi dari pemerintah. Sebagai orang asing, mahasiswa pula, kami dianjurkan untuk mengikuti program asuransi nasional. Dengan mengikuti program ini, kami hanya perlu membayar 30% dari biaya berobat.

Dari yang 30% tersebut, sebagai mahasiswa asing, saya akan mendapatkan tambahan potongan sebesar 80% (yang belakangan turun menjadi 35%) dari Kementrian Pendidikan Jepang. Berstatuskan mahasiswa, kami membayar premi asuransi per-bulan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan orang kebanyakan.

Dari laporan rutin yang dikirimkan oleh pihak asuransi kepada kami, tahulah saya bahwa ongkos berobat kami selalu (jauh) lebih besar dari premi asuransi yang saya bayarkan setiap bulannya. Berbekal kartu asuransi nasional, datang ke rumah sakit ataupun ke klinik swasta bukan lagi menjadi hal yang menakutkan bagi keluarga kami di Jepang.

Jangan membayangkan bahwa pihak rumah sakit atau klinik swasta akan memberikan perlakuan yang berbeda kepada para pemegang kartu asuransi – apalagi untuk kami yang mendapatkan kartu tambahan khusus keluarga tidak mampu. Para dokter dan perawat melayani dengan keramahan yang tidak berkurang serta prosedur yang sama sederhananya. Keramahan di sini berarti keramahan yang sebenar-benarnya. Baik anda kaya ataupun miskin, proses masuk dan keluar dari rumah sakit di Jepang adalah sama mudahnya.

Saat istri melahirkan di rumah sakit pemerintah di Ashiya, saya disodori formulir yang berisi opsi pembayaran: tunai, lewat bank, dll. Tidak menjadi sebuah keharusan bagi seorang pasien untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran di hari dia harus keluar dari rumah sakit.

Alhamdulillah kami mendapatkan keringanan biaya melahirkan dari Pemerintah Kota Ashiya; selain bisa melenggang dari rumah sakit tanpa bayar pada hari itu, tagihan dari Kantor Walikota (setelah dipotong subsidi dari pemerintah) juga baru datang dua bulan kemudian.

Saling percaya adalah kuncinya.

Yuli Setyo Indartono. Mahasiswa S3 di Graduate School

Forum Perlindungan Tanaman bagi Negara-negara Asia Diresmikan di Tokyo

Filed under: iptek — iyoem88 @ 3:43 am

beritaiptek.com Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) telah mendapat perhatian masyarakat dunia termasuk negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur. Negara ASEAN+3 yang terdiri atas Brunei, Cambodia, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Philipina, Singapura, Thailand, Vietnam, China, Jepang, dan Korea Selatan, akhirnya sepakat membentuk forum yang berhubungan dengan PVT dengan nama East Asia Plant Variety Protection Forum (EAPVT).

Sebenarnya forum ini telah digagas tahun lalu ketika diselenggarakannya Workshop on the Cooperation and Harmonization in Plant Variety Protection in the Asian Region di Tokyo, pada 5 Oktober 2007. Saat itu dilakukan pertukaran pendapat dan pandangan antara perwakilan pemerintah dan organisasi dari negara-negara ASEAN+3 untuk membentuk sistem perlindungan varietas tanaman yang lebih kuat. Pada saat itu telah disepakati pernyataan bersama termasuk kerjasama bidang PVT.

Kemudian pada 2 November 2007 dalam 7th Meeting of the ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry plus 3 (AMAF+3) di Bangkok proposal Jepang tentang pembentukan Forum EAPVT ini diterima yang kemudian melahirkan pertemuan pertama kalinya pada 23 Juli 2008 di Tokyo. Pertemuan perdana Forum EAPVT ini yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah dari negara-negara ASEAN+3 untuk mengukuhkan pembentukan Forum EAPVT.

Ada 3 landasan dasar operasinal forum EAPVT yaitu: (1) kepentingan sistem PVT, (2) kegunaan pengembangan dan harmonisasi sistem PVT, (3) Pembentukan East Asia Plant Variety Protection Forum. Aktivitas yang akan dikerjakan forum dititikberatkan pada: (1) kebijakan kegiatan operasional dan (2) pertukaran informasi PVT antar negara-negara anggota.

Kerangka kerja forum ini meliputi: (1) partisipasi negara anggota forum dan negara organisasi yang diundang, (2) pelaksanaan pertemuan-pertemuan, (3) penyusunan rencana kerja dan pelaksanaan kegiatan, (4) pelaksanaan kegiatan kesekretariatan.

Forum ini menetapkan lima kerangka kerja yaitu: (1) kerjasama dalam capacity building, (2) kegiatan kerjasama untuk pengembangan dan harmonisasi sistem PVT, (3) kegiatan kerjasama yang berhubungan dengan pengujian, (4) kerjasama penelitian dan pengembangan tehnik identifikasi varietas dengan analisis DNA, dan (5) pembuatan website resmi.

Khusus untuk kerjasama dalam capacity building, ada tiga hal yang dijadikan fokus. Pertama, program pelatihan internasional dengan mengundang trainee dari negara-negara peserta. Enam program akan direncanakan oleh negara China, Jepang dan Korea Selatan. Kedua, workshop, seminar dan pelatihan dengan mengundang petugas bidang PVT dari negara-negara peserta. Tujuh program ini akan disiapkan oleh Indonesia, Myanmar, Philipina, Thailand dan Vietnam. Ketiga, pengiriman tenaga ahli ke negara-negara peserta. Untuk itu, China, Jepang dan Korea akan menyediakan tenaga ahli bidang PVT.

Kerjama teknis meliputi (1) harmonisasi garis besar pengujian termasuk pengujian kebaruan, keunikan, keseragaman dan kestabilan, (2) pengembangan dan penggunaan data base yang berhubungan dengan PVT, (3) pengembangan sistem aplikasi secara elektronik. Pada kerjasama dalam pengujian, negara peserta dengan kepentingan yang sama akan memulai penyelidikan dan pengkajian pemanfaatan data pengujian umum.

Forum ini menyadari perlunya website resmi yang merupakan sarana untuk mencapai tujuan bersama anggota forum. Melalui tukar pikiran dan informasi dalam Forum EAPVT akan mendorong perluasan dan peningkatan hubungan kegiatan kerjasama di negara ASEAN+3 dan mendukung realisasi landasan umum sistem PVT di setiap negara. Akhirnya harmonisasi sistem PVT di negara ASEAN+3 dapat terealisasi.

Dari 13 negara ASEAN+3 yang telah masuk menjadi anggota International Union for Protection New Varieties of Plants (UPOV) yang berkedudukan di Genewa, Swis tercatat baru 5 negara yaitu China (Act of 1978), Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Vietnam (Act of 1991). Pada November 2007 jumlah anggota UPOV seluruhnya tercatat 65 negara.

Pada Juni 2008, Indonesia, Malaysia, Philipina, dan Jepang masih melindungi semua tanamannya. Akan tetapi Korea Selatan telah membuat daftar tanaman yang dilindungi sebanyak 223 varietas, sedangkan China 152 varietas, Thailand 33 varietas, dan Vietnam 27 varietas.

Melalui forum ini, Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan diri menjadi anggota UPOV. Dengan menjadi anggota forum ini, di dalam negeri sendiri diharapkan  para peneliti dan breeder akan terdorong untuk meningkatkan kerjasama dalam pengembangan varietas unggul tanaman Indonesia. Para petani dapat meningkatkan mutu dan kwantitas produksinya dengan menggunakan varietas bibit unggul, di pihak lain breeder dapat memperoleh intensif melalui hak atas kekayaan intelektualnya.

Para breeder akan diberikan hak PVT sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Pemberian sertifikat hak PVT dilakukan apabila suatu varietas telah memenuhi persyaratan baru, unik, seragam dan stabil berdasarkan hasil pemeriksaan substantif.  Pemerintah Indonesia melaksanakan pengembangan penerbitan sertifikasi hak PVT untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat pertanian secara nasional maupun internasional.

Sumber: Pudjiatmoko

KOLABORASI BERBASIS ICT AKAN DUKUNG BISNIS

Filed under: iptek — iyoem88 @ 3:19 am

infokomputer.com, Sebuah forum dialog digelar Cisco dengan menghadirkan beberapa kalangan yang terkait erat dengan implementasi teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Dialog yang bertajuk “Human Network: The Connected Life, Curse or Bless?” ini juga menjadi bagian dari kampanye terbaru Cisco yang berfokus pada human network.
Dialog dalam format diskusi panel bersama pelaku bisnis dan pengamat ICT ini membincangkan, antara lain dampak yang ditimbulkan dari implementasi ICT dan bagaimana mengembangkan komunitas yang bisa mereduksi dampak negatifnya.Rene L. Pattiradjawane (pengamat TI dan Redaktur Senior Kompas) menyoroti masalah pendekatan yang belum pas terhadap akses jaringan. Padahal dewasa ini akses ke jaringan (Internet) boleh dibilang sudah relatif mudah. Dan menurut Rene, masyarakat Indonesia belum tahu bagaimana memanfaatkan ICT untuk berkolaborasi.
Budiono Darsono (Pemred Detikcom) menambahkan bahwa kolaborasi dalam koridor ICT ini sesungguhnya dari sisi ekonomi bisa memicu terjadinya sesuatu yang bisa membantu masyarakat. Ia pun mencontohkan beberapa model bisnis berbasis kolaborasi yang sedang digarap Detikcom.
Dalam diskusi ini juga mengemuka mengapa layanan-layanan berbasis ICT, seperti 3G tidak segera mendapat respon dari pengguna. Menurut Trisnawan Tjipto (Product Marketing Manager, Enterprise Solutions, Nokia Pte. Ltd), salah satu faktor penyebabnya adalah ketidaksukaan masyarakat kita untuk berbagi.
Diskusi selama sekitar 2 jam ini menurut Cisco akan diadakan secara reguler, sedikitnya sekali dalam 2-3 bulan. Tentu saja dengan topik-topik ICT yang berbeda.

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.